Tugas Pokok dan Fungsi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 2 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, bahwa BPBD adalah bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Palu, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota, yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan secara Ex-Officio dijabat oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, disebutkan bahwa tugas pokok Badan Penanggulangan Bencana Daerah adalah :

1. Kepala Pelaksana
Kepala Pelaksana mempunyai tugas pokok membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan di bidang penanggulangan bencana yang mencakup tigas pencegahan bencana, penanganan kondisi kedaruratan, rehabilitasi dan rekonstruksi serta tugas pembantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Kepala Pelaksana mempunyai fungsi :

  • Menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang meliputi usaha pencegahan bencana, penanganan kedaruratan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi;
  • Melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Palu dan Instansi lainnya dalam kegiatan penanggulangan bencana;
  • Menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan berkoordinasi dengan perangkat daerah Kota Palu serta instansi sesuai ketentuan yang berlaku;
  • Menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana;
  • Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanggulangan bencana;
  • Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Kepala Daerah secara berkala baik dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana;
  • Penyelenggaraan ketatausahaan dan tatalaksana;
  • Mempertanggungjawabkan penggunaan sarana dan prasarana, keuangan, personil dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana;
  • Melakukan pembinaan pada unit-unit yang membantu penyelenggaraan tugas penanggulangan bencana;
  • Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai pokok dan fungsi.

2. Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Pelaksana BPBD dalam rangka penyusunan program dan perencanaan serta tugas pelayanan administrasi secara terpadu dan terkoordinasi dengan bidang-bidang sesuai ruang lingkup tugas satuan organisasi di lingkungannya.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Sekretaris menyelenggarakan fungsi :

  • Pelaksanaan perencanaan program dan pelaporan;
  • Pengelolaan keuangan dan aset;
  • Pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian dan umum;
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pelaksana sesuai dengan bidang tugasnya

Sekretariat Pelaksana Harian terdiri dari :

  • Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan rencana anggaran BPBD, pembukuan, verifikasi, perbendaharaan, dan pengelolaan aset serta melaksanakan tigas lain yang diberikan oleh atasan;
  • Sub bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan penyusunan program kerja, pengelolaan administrasi kepegawaian dan disiplin, pengelolaan surat menyurat, urusan rumah tangga dan perlengkapan dinas, pengelolaan dan pengembangan perpustakaan dan kehumasan serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan;
  • Sub Bagian Perencanaan Program dan Pelaporan mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan penyusunan program kerja, melaksanakan analisis dan penyiapan rancangan kebijakan teknis bidang perencanaan, pengendalian dan pelaporan serta melaksanakan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan data dan bahan, inventarisasi dan identifikasi secara dini pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana melalui penyusunan strategi pembinaan, penyiapan sarana prasarana, pola tata operasional, pemanfaatan lahan, penerapan teknologi dan pemantauan lapangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan rencana dan program kerja penanggulangan bencana;
  • Penetapan daerah atau wilayah rawan bencana;
  • Pembinaan terhadap masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam penanggulangan bencana;
  • Melakukan koordinasi secara terintegrasi dengan perangkat daerah dalam pengerahan sumber daya manusia, peralatan dalam usaha pencegahan bencana;
  • Menyusun rencana dan usaha-usaha strategi pencegahan bencana;
  • Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan;
  • Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana;
  • Melakukan kerjasama dengan lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat.
  • Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan terdiri dari :

  • Seksi Pencegahan Bencana mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk operasional mekanisme pencegahan dan potensi bencana, pengawasan operasional dan analisis kemungkinan dampak bencana dan tindakan pengurangan risiko bencana, pengembangan koordinasi dan kerjasama pencegahan bencana, pengembangan sarana dan prasarana melaksanakan pembinaan, monitoring pengendalian dan melakukan pendataan, pemetaan dan pengkajian wilayah rawan bencana serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan;
  • Seksi Kesiapsiagaan Bencana mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk operasional mekanisme kesiapsiagaan bencana, penyusunan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana, melakukan pembinaan teknis dan operasional kepada masyarakat terhadap usaha antisipasi bencana, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

4. Bidang Kedaruratan dan Logistik
Bidang Kedaruratan dan Logistik mempunyai tugas pokok menyusun perencanaan strategis usaha-usaha pengendalian dan penyelamatan pada kondisi tanggap darurat, dan koordinasi secara terpadu, terarah dengan semua unsur dalam kondisi darurat bencana serta mobilisasi dan distribusi logistik serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Bidang Kedaruratan dan Logistik menyelenggarakan fungsi :

  • Melakukan koordinasi dan integrasi terhadap usaha penyelamatan dan evakuasi terhadap korban bencana;
  • Melakukan pendistribusian logistik, sarana dan prasarana secara terpadu;
  • Pengendalian dan pengawasan dan pendistribusian logistic, sumber daya manusia dan sarana prasarana;
  • Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan;
  • Mengidentifikasikan lokasi dan kerusakan sumber daya akibat bencana;
  • Penetapan status darurat bencana sesuai skala bencana;
  • Perlindungan terhadap kelompok rentan;
  • Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Bidang Kedaruratan dan Logistik, terdiri dari :

  • Seksi Tanggap Darurat Bencana mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan identifikasi secara cepat dan tepat lokasi bencana, penetapan daerah evakuasi korban bencana, penyelamatan, evakuasi dan kerusakan sumber daya dan korban bencana, perlindungan dan pelayanan terhadap kelompok rentan bencana serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan;
  • Seksi Logistik dan Mobilisasi Bencana mempunyai tugas pokok dan ungsi melakukan identifikasi korban bencana, pendistribusian logistik, peralatan dan pengerahan sumber daya manusia, melakukan pengendalian dan pengawasan pendistribusian logistic, peralatan dan sumber daya manusia serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

5. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan dalam rangka perumusan kebijakan teknis dan operasional situasi pasca bencana, pemulihan dan perbaikan sarana dan prasarana umum, melakukan koordinasi pengendalian, pengawasan dan pembinaan pasca bencana, pemeliharaan sarana dan prasarana serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan rencana dan program kerja pasca bencana;
  • Pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik;
  • Pemulihan kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, budaya dan keamanan ketertiban;
  • Perbaikan dan pembangunan kembali sarana dan prasarana;
  • Melaksanakan rekonsiliasi dan resolusi konflik;
  • Memberikan bantuan teknis dan material terhadap kerusakan sarana sosial dan sarana pelayanan;
  • Peningkatan kondisi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya pasca bencana;
  • Perumusan kebijakan teknis penggunaan peralatan tahan bencana;
  • Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, terdiri dari :

  • Seksi Rehabilitasi Korban Bencana mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan program dan rencana kerja, melakukan perbaikan lingkungan daerah bencana, perbaikan prasarana dan sarana umum, pemberian bantuan kepada masyarakat korban bencana, pemulihan dan normalisasi fungsi pemerintahan dan pelayanan publik, pemulihan kehidupan sosial, kesehatan, ekonomi dan budaya, rekonsiliasi dan resolusi serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan;
  • Seksi Rekonstruksi mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan pedoman dan petunjuk teknis, penyusunan bahan pembinaan dan koordinasi, melakukan pembangunan kembali prasarana dan sarana pasca bencana, penerapan rancang bangun dan penggunaan peralatan tahan bencana, peningkatan dan pengembangan kondisi sosial, ekonomi dan pelayanan public serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.