Infografis Kejadian Bencana Triwulan I Kota Palu

Keterangan Gambar : Peta Kejadian Bencana
Serangkaian kejadian bencana yang berdampak pada
aktivitas dan keselamatan masyarakat di berbagai kelurahan. Peristiwa ini
didominasi oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang, serta
insiden kebakaran yang merugikan warga.
Pada 8
Januari 2026, hujan ekstrem dan angin kencang menyebabkan
sejumlah kerusakan di beberapa wilayah. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di
Jalan Durian, Kelurahan Baru. Sementara itu, genangan air menghambat aktivitas
masyarakat di Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, serta di Jalan Karanja Lemba,
Kelurahan Birobuli Selatan. Genangan juga terjadi di Jalan Bayam, Kelurahan
Balaroa. Di Kelurahan Kawatuna, kondisi cuaca buruk mengakibatkan kerusakan
pada atap dan sebagian badan rumah, dengan total 46 jiwa (12 kepala keluarga)
terdampak.
Selanjutnya, pada 11 Januari 2026, hujan dengan intensitas ekstrem
kembali terjadi, disertai angin kencang di Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan
Baiya. Kondisi ini menyebabkan peningkatan debit sungai di sekitar gardu PLN
serta mengakibatkan tergerusnya badan jalan di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- Laporan Kejadian Banjir Sungai Pondo dan Sungai Kawatuna0
- Laporan Kejadian Banjir di Daerah Sungai Kelurahan Tondo0
- Panduan Memilih Program Pelatihan ERP yang Tepat untuk Perusahaan0
- Strategi Dapat Promo Rental Mobil di Semarang Setiap Saat0
- Panduan Lengkap Rental Mobil di Bali Bagi Wisatawan Pemula0
Tidak hanya bencana hidrometeorologi, musibah
kebakaran juga terjadi pada 10
Februari 2026. Sebanyak 12
petak rumah kos di Jalan Otista Lorong IV, Kelurahan Besusu
Timur, hangus dilalap api. kerugian material diperkirakan cukup besar.
Memasuki 3
Maret 2026, hujan ekstrem kembali menimbulkan dampak serius.
Akses jalan menuju Dusun Wana di Kelurahan Watusampu dilaporkan terputus akibat
kerusakan badan jalan, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi
kebutuhan.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan bagi
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di
tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. BPBD Kota Palu terus melakukan upaya
mitigasi serta penanganan cepat guna meminimalisir dampak yang lebih luas.

