Rangkaian Pelaksanaan Peringatan HKBN 2026 di Kota Palu : Membangun Budaya Siaga dan Masyarakat Tang
Kolaborasi BPBD Kota Palu dan Mitra Strategis Hadirkan Beragam Kegiatan Edukatif dan Inklusif untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Risiko Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi

By Admin BPBD 27 Apr 2026, 15:29:11 WIB Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Rangkaian Pelaksanaan Peringatan HKBN 2026 di Kota Palu : Membangun Budaya Siaga dan Masyarakat Tang

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang jatuh setiap tanggal 26 April, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu bersama berbagai mitra strategis Bank BTN, United Tractors, Rumah Sakit Samaritan, Sikola Mombine, dan Alfamidi menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif pada tanggal 25 hingga 26 April 2026.

Peringatan HKBN tahun ini menjadi momentum penting untuk terus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan risiko bencana yang ada di wilayah Kota Palu, sekaligus memperkuat budaya siaga dan meningkatkan kapasitas individu maupun komunitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Mengingat Kota Palu merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi, upaya edukasi dan simulasi kesiapsiagaan menjadi sangat krusial dan tidak dapat ditunda.

Berbagai kegiatan diselenggarakan dengan pendekatan yang inklusif, edukatif, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan. Salah satu kegiatan unggulan adalah Disaster Response Challenge: Relawan Sigap 15 Menit, yang menguji kecepatan dan ketepatan relawan dalam merespons situasi darurat. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun koordinasi tim dan pengambilan keputusan dalam kondisi krisis.

Baca Lainnya :

Selain itu, terdapat Lomba Storytelling Inklusif yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pengurangan risiko bencana. Melalui kegiatan ini, peserta diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, pengetahuan, serta pesan kesiapsiagaan dengan cara yang kreatif dan inspiratif.

Untuk menanamkan kesadaran sejak usia dini, BPBD Kota Palu juga menggelar Lomba Mewarnai Anak dengan tema kesiapsiagaan gempa. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat memahami konsep dasar mitigasi bencana secara menyenangkan dan mudah dipahami.

Kegiatan lainnya seperti Jalan Santai Kesiapsiagaan turut melibatkan masyarakat umum dalam suasana yang santai namun sarat makna, sekaligus menjadi sarana sosialisasi pentingnya kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Apel Siaga menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana.

Hal yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan sosialisasi bahasa isyarat kebencanaan yang dilakukan bersama GERKATIN. Kegiatan ini menegaskan pentingnya akses informasi kebencanaan yang inklusif bagi teman-teman Tuli, sehingga tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam upaya penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas Pengurangan Risiko Bencana (PRB), relawan, hingga masyarakat umum. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang kuat dan berkelanjutan di Kota Palu.

Melalui semangat “Saya Siap, Saya Selamat”, diharapkan seluruh lapisan masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, memiliki kemampuan untuk merespons secara cepat dan tepat, serta mampu melindungi diri dan lingkungan sekitarnya dari risiko bencana. Dengan demikian, Kota Palu dapat menjadi kota yang tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu ?
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang Baik
  Buruk